Luluh hati seorang anak melihat Ibu sendiri diarak dan diikat di Pohon



 




Video seorang perempuan yang mencurahkan pengalaman pahitnya beredar di media sosial.

Dipetik dari sebuah portal, video tersebut dimuat naik oleh akun Facebook Siliyana Angelita Manurung. 

Wanita yang tinggal di daerah Medan Estate tersebut meminta bantuan kepada masyarakat dan menuntut keadilan. 


"Selamat malam untuk teman-teman Facebook, saudara semua di manapun berada, saya baru pulang dari Polrestabes untuk melakukan pengaduan dan visum," katanya diawal mula video tersebut. 


Sambil menangis, wanita itu menceritakan, malam sebelumnya, ada dua anak laki-laki datang ke rumahnya hendak menjual sepatu. 

Ternyata sepatu yang dijual anak-anak tersebut adalah sepatu curian. Mereka menjual sepatu tersebut kepada ibu Angelita.


"Awalnya ibu saya menolak, tapi anak itu memaksa karena dengan alasan mau beli nasi, belum makan, akhirnya mamakku membelinya," katanya. 

Pagi setelah itu, dia terkejut saat dibangunkan orang yang mengatakan, ibunya diarak gara-gara membeli sepatu curian. Dia pun bergegas ke lokasi. 


"Hati seorang anak, begitu sampai ke tempat itu dan melihat kondisi ibunya, diikat layaknya seperti binatang hanya menggunakan baju dalam, dikalungkan karton, dikalungkan sepatu yang dia beli.


Hati saya sebagai seorang anak sangat teriris," katanya tak kuasa menahan tangis. Saat berusaha menolong ibunya, Angelita mengaku dipukul seorang lelaki, yang merupakan pimpinan sebuah ormas. 

Angelita pun mengatakan kepada lelaki tersebut, dia tidak berhak menghakimi orang. Namun, menurutnya, lelaki tersebut malah memukulnya di bagian bibir dua kali. 

Saat dia ingin menghampiri ibunya, dia dihalangi beberapa orang hingga terjatuh di tanah. Kemudian, dia menceritakan, ibunya diarak kembali ke lapangan bola, di samping rumahnya. 


"Bagaimana perasaan seorang anak? anak yang hanya memiliki ibu. Nggak lagi punya ayah. Saya tidak ingin mencerita kesedihan saya. 

Saya hanya bertanya, dimana manusia yang memiliki hati nurani," lanjutnya. 


Setelah itu, dia menjelaskan MP memberikannya dua pilihan, keluar dari kampung atau usaha ibunya, yaitu kedai tuak ibunya akan dihancurkan. Kedai tuaknya pun dihancurkan. 

Melalui postingannya, Angelita juga membagikan beberapa foto bangunan yang dihancurkan.


Bukan hanya itu, Angelita mengatakan orang-orang tersebut juga mengambil dua sepeda motornya, bahkan menuduh barang itu adalah barang curian.


Atas kejadian itu, Angelita pun menuntut keadilan serta meminta tolong kepada netizen, lembaga bantuan hukum (LBH), dan para jurnalis untuk menolong ia dan ibunya yang menurutnya telah menjadi korban persekusi. 

Catatan Popular